Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2006

Kurang Tidur (bag. 2)

Tulisan di bawah ini adalah sambungan dari bagian pertama.

Semalam, terakhir melihat jam di handphone menunjukkan pukul 0:05, setelah itu kayaknya saya sudah terlelap di alam tidur. Oh ya, perlu untuk diketahui juga bahwa jam di handphone lebih cepat 10 menit dari dari waktu yang sebenarnya. Akhirnya, dalam kondisi yang letih, capek dan ngantuk, saya baru bisa benar-benar istirahat total di tengah malam. Tidak jarang saya tidak bisa tidur sampai jam 0:30.Bukan karena belum ngantuk atau tidak letih dan capek seperti biasanya, justru karena saya merasa sangat capek dan sangat letih sehingga jadi susah tidur.

Tidur jam berapapun sebenarnya tidak jadi masalah, yang rada jadi masalah adalah pas bangun paginya. Awalnya saya biasa bangun jam 5:00, karena merasa kurang lama tidurnya, akhirnya saya putuskan untuk memasang alarm jam 5:30. Eh, pas bangun jam 5:30 kok saya masih merasa kurang tidur ya? Akhirnya kemaren malem saya memasang alarm di 6:00. Jadi tadi pagi saya bangun jam 6:00. Hehehehe. Apa saya merasa udah cukup tidur? Belum, itu celakanya.

Nah, masalah itu sampai saat ini belum terpecahkan. Kurang tidur menyebabkan kantuk, letih dan kurang semangat di tempat kerja. Jadi, ini berbahaya.. harus segera diatasi. Anda pernah mengalami masalah yang sama?

Advertisements

Read Full Post »

Kurang Tidur

Aktifitas sehari-hari saya mungkin tergolong sangat membosankan monoton, khususnya di hari kerja. Bangun jam 5:30, kemudian ngantor dari jam 7:00 sampai jam 15:45 (tentunya ada istirahat makan siang dong). Selepas jam kantor, kegiatan saya biasanya olah raga. Kadang renang, kadang maen tennis atau fitnes, bergantung mood dan teman yang ada. Kalau gak olah raga, saya menghabiskan waktu sore, sambil nunggu maghrib, dengan membaca.

Sekitar jam 19:00, kegiatannya adalah mandi, setelah itu makan. Makan malam yang ada dan mudah dijangkau dari mess cuman Simpang Raya. Mungkin perlu untuk diketahui, tidak hanya makan malam, sarapan dan makan siang pun (seringnya) saya makan di situ.. Setelah makan malam, kegiatan selanjutnya adalah baca-baca yang dilanjutkan dengan nonton tv, atau gobrol dan nge-gosip dengan teman-teman.

Setelah capek ngobrol, biasanya saya nonton tv lagi di kamar sambil nunggu ngantuk. Kebetulan di mess ada tv kabel yang pilem dan acaranya gak pernah putus. Nah, fatalnya adalah yang ditungguin gak dateng-dateng. Saya tengok jam di handphone mulai dari jam 22:00 sampai jam 24:00, eh… si kantuk belum juga dateng.

bersambung…

Read Full Post »

Tersesat…

Hari ini pas 99 hari saya tersesat di sebuah kecamatan kecil di utara Pekanbaru. Rumbai adalah sebuah kecamatan yang sepi tidak terlalu ramai. Apalagi tempat tinggal saya, yang kebetulan, berada di tengah hutan bakau. Hehehehe..

Tidak hanya di Rumbai, saya juga pernah tersesat di Libo, di tengah hutan sawit. Secara geografis saya belum pernah tahu di mana tepatnya Libo berada (saya belum pernah melihatnya di peta Sumatera). Yang jelas, saya sudah tersesat ke situ (lihat foto di bawah). Tidak cukup sampai di Libo, saya juga pernah melancong ke Bangko. Nah, apakah Anda pernah melihat nama Bangko di Peta Sumatera?

Selama 99 hari ini saya bertemu orang-orang baru, makanan baru dan tempat-tempat baru. Hal ini sangat menyenangkan, karena saya sangat senang hal-hal baru. Di sisi lain, ada juga sedihnya, karena harus berpisah dengan orang-orang yang saya sayangi. Itulah nikmatnya jadi perantau, ada rasa kangen, rasa takjub bertemu sesuatu yang baru, dan juga ada semangat untuk tetap bertahan di perantauan.

Harapan saya sekarang adalah ingin merantau ke tempat yang lebih jauh lagi. Anda punya pengalaman tersesat jadi perantau? Silahkan tambahkan di bagian komentar…

Read Full Post »