Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2008

Salah satu yang gak ada di Pekanbaru adalah kebon binatang. Memang gak perlu punya, lha wong monyet, gajah, biawak dll masih banyak berkeliaran. Kalau gak percaya silahkan datang ke Duri. Komplek CPI di Duri ini sering disabanin gajah. Ada 34 ekor gajah yang sering mampir masuk ke camp.

Tidak hanya gajah lho, badak jg ada di sini. Hehehehe. Just kidding ah [takut nanti ada beneran]. Ceritanya, pagi tadi kami sekeluarga pergi ke Taman Kasuarina. Kalau menurut saya sih lebih cocok disebut Taman Hutan Kasuarina. Karena isinya cuman pohon pinus dan patung2 hewan saja. Mirip Taman Hutan Juanda Bandung, cuman taman ini lebih kecil. Mungkin seluas lapangan sepak bola.

Lumayan lah, taman ini salah satu alternatif tempat maen keluarga. Seperti saya katakan sebelumnya, di Pekanbaru sangat jarang tempat rekreasi keluarga. Pemda setempat hanya membangun gedung perkantoran saja. Mall juga baru 5 tahun ini ada (menurut info teman yang sudah lama di Pekanbaru). Taman kota atau semacam alun-alun aja di Pekanbaru gak ada. Lagi-lagi. Kota bertuah, minyak melimpah, sawit di mana-mana, kayu juga ada, tapi gak punya tempat rekreasi keluarga.

Kalau yang foto ini mama dan Nadine di depan patung gajah. Mungkin dibuat patung-patung hewan untuk menakut-nakuti gajah beneran kali ya?

Advertisements

Read Full Post »

Hari ini

Kujelang hari…

menyambut hangatnya mentari

Selamat pagi semua. Hayo kita nikmati dan manfaatkan hari ini. [Nadine baru selesai mandi dan ganti baju, siap jalan-jalan]

Read Full Post »

Rasanya hari ini saya puas sekali bisa bersenang-senang bersama istri dan anak. Biasanya Sabtu atau Minggu saya lewatkan dengan jalan-jalan ke mall atau setidaknya keluar camp. Sabtu ini saya tidak kemana-mana. Bangun pagi, mandi, jalan-jalan sama Nadine, sarapan, balik ke mess, nulis blog, goleran di kasur nggodain Nadine & mamanya, makan siang, nyuci baju nadine, istirahat, mandi sore, jalan-jalan sore sambil liat pameran musik dan buku, pulang ke mess lg (sebelum maghrib). [Tidak lupa foto-foto pas jalan sore]

Selepas sholat maghrib kami nelpun ke eyang Nadine di Sidoarjo (hari ini beliau ultah yang ke-51). Setelah itu kami nelpun ke nenek Nadine di Bandung. Setelah puas bermain, akhirnya Nadine ngantuk dan tertidur juga. Saya dan istri kemudian makan malem sambil nonton Final Destination 3 di HBO sampe jam 21:15. Abis itu nulis blog ini sambil liat KDI di TPI. [Bonus foto Nadine pertama kali pake rok]

Yah, ternyata melewatkan waktu bersama keluarga di dalam hutan camp ternyata lebih berkualitas dari pada jalan ke kota atau jalan-jalan ke mall. Jiwa dan raga saya rasanya fully charged. Alhamdulillah…

Read Full Post »

Dilarang merokok

Ada satu foto yang membuat saya menulis posting-an ini. Foto ini saya ambil pas liburan dua minggu di Bandung sebulan yang lalu. Tepatnya pas beli Brownies Amanda di Jalan Purwakarta, Antapani. Nih fotonya.

Tulisan tersebut ditempel di dinding kayu toko yang menjual brownies yang terkenal di Bandung itu. Ya, tulisan itu sepintas terlihat biasa. Isi pesan yang ingin disampaikan adalah larangan merokok. Coba perhatikan sekali lagi.

diruangan ini..
dilarang merokok

Yes, Anda benar. Mestinya yang benar menurut EYD adalah:

di ruangan ini
dilarang merokok.

Pengen tau alasannya? Silahkan buka KBBI karangan Om Badudu atau tanya ke Polisi EYD. Saya sendiri baru belajar berbahasa yang benar.

Udah dulu ya, mau ngajak Nadine jalan-jalan sore neh.

Read Full Post »

Pagi ini kami (saya, istri dan Nadine) jalan pagi bersama. Saya dan Nadine pergi duluan, sementara istri saya masih mandi. Memang, karena cuman berdua mengasuh Nadine, semuanya serba bergantian. Tp ndak apa-apa, saya seneng melewatinya. Oh ya, cuman satu hal yg tidak bisa gantian atau saya bantu, yakni menyusui. Hehehehe.

Saya dan Nadine berangkat duluan menuju play ground (taman bermain). Sambil menikmati hangatnya mentari pagi, kami bermain ayunan dan melihat patung hewan yang ada di situ. Nadine seneng sekali kalau maen di situ, pernah sampai nangis pas diajak pulang.

Lima belas menit kemudian, datang mama Nadine. Kami segera menuju messhall, mau sarapan. Pas nunggu nasi goreng, hp saya bunyi. Saya tidak mengenali nomor itu. Pas saya angkat, seorang bapak berbicara.

Pak Andhi, bisa minta tolong? Ada apa Pak? Sahut saya.

Internet saya di rumah mati Pak, bisa datang ke rumah?

Sebenarnya kita sudah punya rekanan, PT Telkom, untuk menangani problem spt ini, tapi kadang saya sendiri seneng datang membantu. Dengan begitu saya bisa kenal banyak orang. Akan tetapi pas ada acara bersama keluarga seperti saat ini, saya tentu enggan.

Kebelulan saya sedang jalan-jalan dengan anak saya Pak, jadi mohon maaf saya tidak bisa membantu. Akan saya kirim teknisi saya saja. Tolong sms-kan alamat Bapak. Jawab saya menjelaskan apa adanya.

Segera saya forward sms orang td ke mandor PT Telkom, biar dia mengirim anak buahnya. Setelah itu baru kembali bersama Nadine dan istri. Mungkin Anda pernah mengalami hal seperti ini. Mana yang Anda dahulukan?

Selesai sarapan, kami kembali ke mess. Nadine udah pengen minum cucu lagi. Entar sore saya pengen ngajak dia jalan-jalan lagi. Mumpung hari libur.

Nah, ini foto Nadine waktu jalan-jalan pake stroller di hari sebelumnya. Nadine seneng dech kalau diajak jalan keluar. Sayang tidak bisa setiap hari papa nganterin Nadine jalan-jalan. Kadang pulang kesorean, maklum di Duri relatif lebih sibuk dan lebih banyak kerjaan.

Read Full Post »

[Tulisan di] Detik kacau

Kemarin malam membaca berita di Detik ttg penculikan. Kasus Penculikan, itulah judul salah satu artikel yang saya baca. Baru di paragraf pertama, mata saya terganggu oleh ejaan yang salah tulis.

Uang tebusan sebesar US$100.000 berhasil amankan.

Apakah kalimat tsb jg mengganggu Anda? Lihat pada kata amankan. Hehehehe… Kalau gak percaya, ini hasil capture-ran saya.

Saya teruskan membaca. Eh, pas di paragraf akhir, saya temukan lagi kesalahan tulisan. Ini screen capture-nya. Silahkan dicari sendiri mana yang salah.


Ini bukan satu-satunya artikel di Detik yang memiliki salah penulisan. Kalau Anda sering baca Detik, pasti menemukan hal yang sama. Mentang-mentang hanya online dan gak dicetak kali ya. Heuh, cape deh…

Read Full Post »

[melanjutkan episode sebelumnya]

Setelah puas foto-foto di ladang “bunga”, kami melanjutkan perjalanan ke Bangko. Begitu keluar dari kawasan ladang minyak Duri, melalui gate Kulin, saya segera menginjak pedal gas lebih dalam. Maklum, kalau di dalam kawasan ladang minyak hanya boleh 40 Km/jam. Eh, baru lima menit berkendara, Refli meminta saya menghentikan mobil. Minggir bentar Mas… Ada apa Ref? Mau beli martabak dulu Mas. Walaaahhhh, kirain apa. Dia bilang kalau pergi ke Bangko sering beli martabak di situ.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Kondisi jalan ke arah Bangko cukup ramai. Kami sering berpacu dengan truk atau bus yang ke arah Medan. Yang saya agak kesal adalah kondisi jalannya. Rusak abiss. Pokoknya jangan heran, banyak jalan di Riau ini yang rusak. Yang bagus cuman di Pekanbaru-nya kali.
Negeri Bertuah, minyak melimpah, sawit di mana-mana, kayu juga ada… Tapi jalannya ancur-ancuran. Katrok kalau istilah orang sekarang.

Setelah hampir dua jam, kami tiba di Bangko. Kami langsung ikut sholat jumat di masjid camp. Oh ya, kurang lebih 2 Km sebelum masuk Bangko Camp Anda akan menemui Tugu Devisa (ini istilah saya sendiri) ini fotonya. Agak tak terawat memang. Tugu ini berada di pinggir jalan lintas Medan.

Bangko

Selesai sholat jumat, saya segera ke Balam. Tujuan kami memang mau resolve problem di sana. Ternyata problemnya cuman power supply doang. Walaahhhh… Katrok memang. Jam 4 sore kami bergegas menuju Duri. Pas melewati tugu di atas, saya ajak Refli berfoto ria. Mejeng_Mode: ON. Oh ya, fotonya Refli mana ya? Dia rada pemalu, takut marah kalau fotonya disebarin di internet.

Bangko

Read Full Post »

Older Posts »