Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2008

Kalau berdiri dengan pengangan, Nadine sudah bisa dari usia enam bulan. Ini link nya. Alhamdulillah, di usianya yg ke sembilan bulan, Nadine sudah bisa berdiri tanpa pegangan. Bisa jg berjalan, tapi harus pegangan tangan saya atau mamanya.

Mudah2an Nadine senantiasa bertumbuh jadi anak yg sehat, cerdas, pintar dan diridhoi oleh-Nya. Amien.

Papa… Mama…

Liat nih…  Nadine udah bisa berdiri ndak pake pegangan

Nadine

Nadine

Advertisements

Read Full Post »

Percaya tidak, Nadine suka sekali dengan durian. Seperi kata pepatah cina: like father, like doughter. Hehehehe. Tadinya saya pengen ngetes aja, Nadine suka ndak ya ama durian? Eh… abis dikasih dikit, malah minta nambah terus.

Memang, di usia 9 bulan Nadine sudah mulai banyak bereksperimen dengan makanan. Ini salah satu yg fotonya.

Nadine Makan Durian

Nadine Makan Durian

Read Full Post »

Mengingat otak udah semakin lemot, namun gairah kerja masih menggebu. Minggu kemarin saya ambil cuti tahunan. Di tempat kerja saya, dalam satu tahun seorang pegawai dapet jatah 25 hari kerja off. Cuti harus diambil, kalau ndak ya hangus. Tidak bisa diuangkan.

Aktifitas sehari-hari pas cuti adalah tidur, maen sama Nadine dan jalan-jalan ke mall. Biasa, zakat mall ini paling disukai istri saya. Aduhhh…

Maen ama Nadine

Maen ama Nadine

Read Full Post »

Sebenernya agak telat postingan saya yg satu ini, karena kejadiannya adalah di Bulan Agustus yang lalu. Tp ndak pa pa dech. Tujuannya buat dokumentasi saja. Pada saat itu, Nadine berusia 6 bulan lebih.

Kebetulan waktu itu (akhir Agustus yll) saya ada tugas training ke Jogja, yg terkenal dengan Gudeg dan keratonnya itu, selama satu minggu. Nadine dan mamanya yg sudah berada di Bandung ikut nyusul ke Jogja jg. Yo wis lah.. sekalian, mumpung saya sedang training, Nadine bisa jalan2 ke Jogja. Ini lah kali pertama Nadine jalan2 ke Jogja.

Nah, pas selesai training, malam harinya saya ajak Nadine, mamanya, kakak ipar dan keponakan nyari makan Gudeg. Saya lupa tepatnya, kalau ndak salah nama tempat nya adalah Mijilan. Tepat sebelah kiri Keraton Jogja. Saya nginapnya di Hotel Melia Purosani, kurang lebih satu kilo dari Keraton. Saya pengennya naek andong dari hotel, karena pengen menikmati Kota Jogja malem hari, eh ditunggu-tunggu ndak dateng-dateng si andongnya. Kebetulan banyak sekali becak di belakang hotel. Bapak tukang becaknya bilang, Tiga ribu saja mas… muter-muter Jogja. Wah, murah amat pikir saya.

Ini lah pengalaman pertama Nadine naek becak. Sambil nyanyi, Becak.. becak.. tolong bawa kami… berkeliling-keliling kota…

Nadine Naik Becak

Nadine naik becak

Wah, photo naek andongnya saya cari2 kok ndak ada ya? Sebagai penggantinya, ini ada photo Nadine dan mama di salah satu bangunan Keraton Jogjakarta.

Nadine di Keraton Jogjakarta

Nadine di Keraton Jogjakarta

Read Full Post »

Menyambung tulisan sebelumnya dan membaca milis Ika-Samanisda, saya jd pengen jg nulis tentang Rujak Cingur. Sebenarnya sudah lama saya pengen nulis ini, foto yg saya pajang di bawah sudah diambil sejak akhir Agustus yang lalu.

Rujak Cingur adalah makan khas Surabaya. Beda dengan rujak manis yang bahan bumbunya menggunakan gula merah, Rujak Cingur menggunakan petis. Trus… apa bedanya Rujak Cingur dengan rujak petis lainnya?  Ya… tepat sekali, rujak yang satu ini memakai bibir sapi yang direbus sebagai salah satu irisannya. Itulah sebabnya dinamakan cingur. Cingur atau Congor adalah Bahasa Jawa Timuran yang berarti bibir.

Kalau pulang kampuang (ini Bahasa Minang), makan Rujak Cingur merupakan hal yg tidak boleh dilewatkan. Langganan saya adalah warung Rujak Cingur Bu Simpen atau lebih dikenal Rujak Dungus. Letaknya di Desa Dungus, Kec Sukodono, Sidoarjo. Kalau hari libur, Anda harus ambil nomor tiket antre (kayak di dokter) untuk mendapatkan Rujak Cingur Bu Simpen ini karna saking ramenya. Mengenai rasa… Weeeenakkkk tenaaannn.. Seporsi 5 ribu rupiah, tapi biasanya saya minta banyakin cingurnya, harganya jd 7 ribu.

Rujak Cingur

Rujak Cingur

Bu Simpen bikin Rujak Cingur

Bu Simpen bikin Rujak Cingur

Read Full Post »

Pagi td kami keluarga besar Planning Reserve Technology & Operation Support menyelenggarakan Get Together. Setelah sebelumnya diawali dengan pre-games, maka hari ini adalah acara puncak dari kegiatan Get Together. Di Rumbai, acara ini diselenggarakan di Lapangan SMA Cendana. Sedangkan di Duri acara diselenggarakan di Lapangan INKAI.

Acara dimulai pukul 7:30 dengan senam erobik bersama sampai dengan pukul 13:00. Ramai dan penuh semangat. Semua keluarga berkumpul dengan ceria. Di acara puncak ini jg banyak kegiatan dan lomba yg diselenggarakan oleh panitia. Mulai dari lomba menyusun puzzle, lomba estafet celana bermuda, flying fox, dll. Pokoknya rame dech. Ini ada sedikit jeprat-jepretnya. Foto lengkap silahkan ditengok di sini.

Erobik - Get Together

Erobik - Get Together

Yang paling saya suka adalah rasa kebersamaan dan senyum dari keluarga-keluarga kita. Semoga rasa kebersamaan dan kebahagiaan ini bisa terus menghiasi keluarga kita semua.

Lomba Estafet sarung

Lomba Estafet sarung

Keterangan Gambar:
1. Senam erobik bersama
2. Mbak Devi (istri Agus) – Istri Expat – Mama Nadine (istri saya) sedang asyik bermain estafet sarung

Read Full Post »

Saya sungguh senang sekali hari ini. Bagi saya, Sabtu dan Minggu adalah hari istirahat dan kumpul bersama keluarga. Eh, pagi ini saya dibangunkan istri sambil menunjukkan sms di HP. Papa ada sms neh… Ternyata isinya ada informasi adanya problem SCADA di Pinang. Saya berusaha tetap tenang. Dalam hati berkata, kok problem tau hari ya? Knapa sering problem di Sabtu dan Minggu? Dan lokasinya jauh pula [Duri – Pinang kurang lebih 100 Km]. Heuuuhhh.

Papa… sarapan udah siap neh. Istri memanggil. Ternyata istri tercinta sudah menyiapkan Omlet. Sikaaaaat… Healthy first, problem.. nanti dulu. Ini dia fotonya. Rasanya ndak kalah ama omlet di Melia Purosani Jogja lho.

Omlet Mama

Omlet Mama

Sebenernya problem seperti ini mudah diselesaikan, paling-paling cuman bad contact kabel atau yg lainnya. Pengerjaan di lapangan paling cuman 10 – 15 menit, tapi waktu perjalanannya bisa sampe 3 jam lebih. Problem kali ini saya jg yakin penyebabnya hal-hal sepele.

Akhirnya saya telpun ke SCADA center, dan minta anggotanya yg di Bangko membantu problem yg ada. Setelah berhasil meyakinkan petugas SCADA center bahwa problemnya cuman hal sepele, akhrnya saya dapet bantuan juga. Iva, teman satu tim saya, sudah standby di kantor untuk meng-guide tim SCADA. Sembari menunggu tim menuju ke lokasi, saya dipijit ama Mamak. Hehehehe…

Pijit

Pijit

Sudah hampir 8 bulan saya mencari tukang pijit di Duri ini tapi belum nemu. Eh, hari ini kok malah dapat. Mamak ini adalah yang bantu-bantu masak dan beres-beres di rumah. belum satu minggu ini dia bekerja di rumah. Eh, ternyata selain masak, beres-beres, Mamak rupanya jg jago mijit dan mengasuh anak. Pas beneeeeerrrr.

Lho, problemnya td gmn om? Seperti dugaan saya, root couse nya adalah bad contact kabel power source nya yg mengakitabkan Cisco Switch dan network yg ada di situ mati. Setelah dieratkan kembali, solve deh problemnya. SCADA RTU kembali jalan.

Nah, rekans sudah tau kan alasannya knapa hari ini jadi indah? Udah makan omlet, dipijit enak, dan problem teratasi dengan baik. Salam.

Read Full Post »