Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Kerja’ Category

Siang tadi saya dan Mas Pambuka Vita Adi meeting dengan salah satu kontraktor [ Mas Pambuka waktu itu adalah leader sekaligus guru saya dalam hal manajemen proyek]. Katakan saja Kontraktor A. Agenda meeting tsb diantaranya adalah konfirmasi penalti dan pembayaran (invoice).

Memang, PT A ini kena penalty proyek yg mereka kerjakan. Kebetulan saya project manager-nya Saya sendiri sudah allout dalam mengerjakan proyek tsb. Mungkin saya perlu belajar lebih untuk jadi project manager yg baik. Namun di sisi lain, manajemen proyek dari PT A ini memang rada payah.

Hal lain yg menarik dari meeting td adalah mereka menanyakan ttg invoice atau pembayaran. Lho, invoice sudah kami terima . Yang artinya adalah pembayaran sudah dilakukan. Bahkan sudah termin ketiga. Dari situ saya dan Mas Pambuka mengetahui bahwa mereka ini dari PT C. Memang, mereka yg mengerjakan langsung di lapangan. Bahkan barangnya pun dari brand PT C ini. Tapi kontrak kita adalah dengan PT A.

Dan mereka juga mengungkapkan bahwa tidak hanya PT A dan C saja yg terlibat. Proyek kita dengan PT A. PT A meng-out-source-kan ke PT B dan di-out-source-kan ke PT C. Hehehehe. Cilakanya, PT C ini mengaku belum kebagian duit sama-sekali. Cilaka 15 dech.

Ini mungkin banyak kejadian jg di tempat lain.  Sekarang saya tau, knapa kok mereka jelek manajemen proyeknya. Lha wong menerapkan out sourcing level-3. Tapi alhamdulillah proyek saya berjalan lancar (dilihat dr sisi user). Meskipun secara overall,  proyek agak bermasalah.

Advertisements

Read Full Post »

Hari ini saya kembali ke kantor setelah beberapa hari cuti. Suasana kantor sepi karena sebagian besar rekan kerja pada cuti. Saya mulai mengerjakan apa yg sudah saya planning untuk seminggu ini. Salah satunya adalah membuat draft PMP untuk tahun 2009.  PMP ini adalah semacam rencana kegiatan yg kita buat di awal tahun dan kemudian dinilai hasilnya di akhir tahun.

Untuk membuat plan di 2009, saya kembali merujuk pada roadmap (rencana kerja) yg telah saya susun untuk 3 tahun ke depan. Selain itu, saya jg melihat PMP 2008. Tujuannya adalah agar planning di 2008 terus dapat dilanjutkan alias berkesinambungan dan pending kerjaan di 2008 masih bisa diteruskan di tahun 2009. Pas membuka PMP 2008 ini saya lihat ada komentar dari team leader saya yg mengatakan bahwa kerja saya di 2008 ini very good dan perlu menigkatkan komunikasi ke user.

Eh, Farhan, salah satu rekan kerja yg kebetulan ada di ruangan saya nyeletuk, Mas, Rendi dan Ira dikomentari akan dipromosikan lho. Coba deh liat di PMP nya… Ternyata benar, pas saya liat,  komentarnya adalah excellent dan direkomendasikan untuk promosi.

Fakta ini bagi saya adalah sebuah stimulus… Bagaimana saya harus meresponnya? Pilihannya antara lain:

1. Kesal; Karena sebagian besar kerjaan yg dilakukan oleh Rendi dan Ira mengikuti arahan saya dan menjalankan planning (roadmap) yg saya buat. Beberapa kali membantu mereka membuat reporting ke bos, bahkan saya ikut mengoreksi PMP mereka berdua supaya lebih baik dan komunikatif. Namun kini hasil penilaian bos lebih bagus mereka dibanding saya.

2. Senang; Karena berhasil menjalankan planning dan membantu mengarahkan Rendi dan Ira untuk mengerjakan sesuatu yg benar dan sesuai standard. Promosi bukan target utama, tapi hadiah. Tujuan utama adalah berkarya dengan baik, menjadikan system lebih reliable sehingga tidak ada unplan downtime dan impact kedepannya adalah waktu untuk keluarga lebih banyak. Dan memperbaiki kekurangan diri sehingga bisa dipromosikan seperti Rendi dan Ira.

Kalau saya berfikiran pendek dan egois, tentu pilihan pertama pasti lebih menonjol. Tapi karena saya sadar tujuan akhir saya, maka saya memilih pilihan ke dua. Bahkan rencana saya tahun 2009 ini akan benar2 mengejar apa yg sudah ada di roadmap saya. Kalau saya kerjakan sendiri tidak mungkin tercapai semua target saya tsb.

Papa & Nadine

Papa & Nadine

Read Full Post »

Saya sungguh senang sekali hari ini. Bagi saya, Sabtu dan Minggu adalah hari istirahat dan kumpul bersama keluarga. Eh, pagi ini saya dibangunkan istri sambil menunjukkan sms di HP. Papa ada sms neh… Ternyata isinya ada informasi adanya problem SCADA di Pinang. Saya berusaha tetap tenang. Dalam hati berkata, kok problem tau hari ya? Knapa sering problem di Sabtu dan Minggu? Dan lokasinya jauh pula [Duri – Pinang kurang lebih 100 Km]. Heuuuhhh.

Papa… sarapan udah siap neh. Istri memanggil. Ternyata istri tercinta sudah menyiapkan Omlet. Sikaaaaat… Healthy first, problem.. nanti dulu. Ini dia fotonya. Rasanya ndak kalah ama omlet di Melia Purosani Jogja lho.

Omlet Mama

Omlet Mama

Sebenernya problem seperti ini mudah diselesaikan, paling-paling cuman bad contact kabel atau yg lainnya. Pengerjaan di lapangan paling cuman 10 – 15 menit, tapi waktu perjalanannya bisa sampe 3 jam lebih. Problem kali ini saya jg yakin penyebabnya hal-hal sepele.

Akhirnya saya telpun ke SCADA center, dan minta anggotanya yg di Bangko membantu problem yg ada. Setelah berhasil meyakinkan petugas SCADA center bahwa problemnya cuman hal sepele, akhrnya saya dapet bantuan juga. Iva, teman satu tim saya, sudah standby di kantor untuk meng-guide tim SCADA. Sembari menunggu tim menuju ke lokasi, saya dipijit ama Mamak. Hehehehe…

Pijit

Pijit

Sudah hampir 8 bulan saya mencari tukang pijit di Duri ini tapi belum nemu. Eh, hari ini kok malah dapat. Mamak ini adalah yang bantu-bantu masak dan beres-beres di rumah. belum satu minggu ini dia bekerja di rumah. Eh, ternyata selain masak, beres-beres, Mamak rupanya jg jago mijit dan mengasuh anak. Pas beneeeeerrrr.

Lho, problemnya td gmn om? Seperti dugaan saya, root couse nya adalah bad contact kabel power source nya yg mengakitabkan Cisco Switch dan network yg ada di situ mati. Setelah dieratkan kembali, solve deh problemnya. SCADA RTU kembali jalan.

Nah, rekans sudah tau kan alasannya knapa hari ini jadi indah? Udah makan omlet, dipijit enak, dan problem teratasi dengan baik. Salam.

Read Full Post »

Itulah yg ditetapkan oleh manajemen sebagai SLA ke user. Bagi saya itu angka yg biasa saja dan bisa dengan mudah terpenuhi. Tapi… [ada tapinya lho]. Tentu saja sistem yg ada skrg harus lah cukup handal.

Narik FO

Narik FO

Kebetulan saya skrg berada di tim infrastruktur IT yg ngurusin transmisi, backbone, networking, bonusnya adalah: sistem tv cable, sistem telepon, internet untuk perumahan [trus ada beberapa lg]. Pas pertama masuk ke tim operasional ini, saya pesimis bisa mencapai 98.9%. Karena segala macam kondisi yg tidak mendukung hal tsb. Sampai saat ini memang masih bisa tercapai, tapi kadang ada yg harus dikorbankan. Apa tuh? Waktu untuk keluarga.

Semrawut

Untuk mengejar taget tsb, biasanya tim saya harus kerja ekstra. Nyambung fiber optic sampai jam 1 malem pun pernah kita alami. Yang heran lagi, problem ini tau waktu. Kalau hari kerja (weekdays) normal, tapi begitu weekend, dia jd problem. Ini nggak bisa dibiarkan, harus ada improvement… Fikir saya. [gambar di samping memperlihatkan satu dari sekian banyak kesemrawutan atau non-reliable condition]

Istirahat

Saya sudah melakukan assessment di sistem network dan transmisinya. Hasil dari assesment tsb mengindikasikan perlu adanya banyak improvement untuk mencapai 98.9% of system reliability [dengan tanpa mengorbankan waktu untuk keluarga]. Rabu ini saya akan coba presentasikan hasil assessment tsb dan rekomendasinya. Wish me luck ya… [gambar: sedang beristirahat dengan tim penarikan FO]

Weekend ini tidak ada problem. Jadi waktu saya bisa penuh bersama keluarga. [Sebenarnya saya sudah melaukan beberapa improvement. Tapi masih banyak lg yg musti di-improve].

Oh ya, sore tadi saya ajak Nadine ke playground. Nadine ketemu ama si Angsa besar dan main ayunan… Abis itu ambil makan malam. Menu malam ini beef steak (cap sendal alias kerassss). Asyik jg makan sambil diiringi Bajing Luncat-nya Hetty Koes Endang dan Pantai Pangandaran-nya Doel Sumbang. Suasa Bandung ‘agak’ terasa.

Read Full Post »

Pagi ini kami (saya, istri dan Nadine) jalan pagi bersama. Saya dan Nadine pergi duluan, sementara istri saya masih mandi. Memang, karena cuman berdua mengasuh Nadine, semuanya serba bergantian. Tp ndak apa-apa, saya seneng melewatinya. Oh ya, cuman satu hal yg tidak bisa gantian atau saya bantu, yakni menyusui. Hehehehe.

Saya dan Nadine berangkat duluan menuju play ground (taman bermain). Sambil menikmati hangatnya mentari pagi, kami bermain ayunan dan melihat patung hewan yang ada di situ. Nadine seneng sekali kalau maen di situ, pernah sampai nangis pas diajak pulang.

Lima belas menit kemudian, datang mama Nadine. Kami segera menuju messhall, mau sarapan. Pas nunggu nasi goreng, hp saya bunyi. Saya tidak mengenali nomor itu. Pas saya angkat, seorang bapak berbicara.

Pak Andhi, bisa minta tolong? Ada apa Pak? Sahut saya.

Internet saya di rumah mati Pak, bisa datang ke rumah?

Sebenarnya kita sudah punya rekanan, PT Telkom, untuk menangani problem spt ini, tapi kadang saya sendiri seneng datang membantu. Dengan begitu saya bisa kenal banyak orang. Akan tetapi pas ada acara bersama keluarga seperti saat ini, saya tentu enggan.

Kebelulan saya sedang jalan-jalan dengan anak saya Pak, jadi mohon maaf saya tidak bisa membantu. Akan saya kirim teknisi saya saja. Tolong sms-kan alamat Bapak. Jawab saya menjelaskan apa adanya.

Segera saya forward sms orang td ke mandor PT Telkom, biar dia mengirim anak buahnya. Setelah itu baru kembali bersama Nadine dan istri. Mungkin Anda pernah mengalami hal seperti ini. Mana yang Anda dahulukan?

Selesai sarapan, kami kembali ke mess. Nadine udah pengen minum cucu lagi. Entar sore saya pengen ngajak dia jalan-jalan lagi. Mumpung hari libur.

Nah, ini foto Nadine waktu jalan-jalan pake stroller di hari sebelumnya. Nadine seneng dech kalau diajak jalan keluar. Sayang tidak bisa setiap hari papa nganterin Nadine jalan-jalan. Kadang pulang kesorean, maklum di Duri relatif lebih sibuk dan lebih banyak kerjaan.

Read Full Post »

[melanjutkan episode sebelumnya]

Setelah puas foto-foto di ladang “bunga”, kami melanjutkan perjalanan ke Bangko. Begitu keluar dari kawasan ladang minyak Duri, melalui gate Kulin, saya segera menginjak pedal gas lebih dalam. Maklum, kalau di dalam kawasan ladang minyak hanya boleh 40 Km/jam. Eh, baru lima menit berkendara, Refli meminta saya menghentikan mobil. Minggir bentar Mas… Ada apa Ref? Mau beli martabak dulu Mas. Walaaahhhh, kirain apa. Dia bilang kalau pergi ke Bangko sering beli martabak di situ.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Kondisi jalan ke arah Bangko cukup ramai. Kami sering berpacu dengan truk atau bus yang ke arah Medan. Yang saya agak kesal adalah kondisi jalannya. Rusak abiss. Pokoknya jangan heran, banyak jalan di Riau ini yang rusak. Yang bagus cuman di Pekanbaru-nya kali.
Negeri Bertuah, minyak melimpah, sawit di mana-mana, kayu juga ada… Tapi jalannya ancur-ancuran. Katrok kalau istilah orang sekarang.

Setelah hampir dua jam, kami tiba di Bangko. Kami langsung ikut sholat jumat di masjid camp. Oh ya, kurang lebih 2 Km sebelum masuk Bangko Camp Anda akan menemui Tugu Devisa (ini istilah saya sendiri) ini fotonya. Agak tak terawat memang. Tugu ini berada di pinggir jalan lintas Medan.

Bangko

Selesai sholat jumat, saya segera ke Balam. Tujuan kami memang mau resolve problem di sana. Ternyata problemnya cuman power supply doang. Walaahhhh… Katrok memang. Jam 4 sore kami bergegas menuju Duri. Pas melewati tugu di atas, saya ajak Refli berfoto ria. Mejeng_Mode: ON. Oh ya, fotonya Refli mana ya? Dia rada pemalu, takut marah kalau fotonya disebarin di internet.

Bangko

Read Full Post »

Judulnya aneh ya? Gpp, yang lebih penting kan isi ceritanya.

MDWA sebenarnya adalah istilah saya sendiri. Kependekan dari Miles Drive Without Accident atau dalam bahasa kita berapa jauh mengemudi tanpa kecelakaan. Terus apa maksudnya Bangkok -k? Ya itu operasi matematika sederhana yang hasilnya adalah Bangko. Yah, isitilah-istilah ini muncul di pikiran saya setelah mengemudi jauh ke Bangko. Mana itu Bangko? Bangko ini di wilayah Riau yang ujung utara [silahkan cek di peta]. Kalau ke arah utara lagi akan tembus ke Medan.

Perjalanan ini berkenaan dengan adanya problem network di Balam GS (Gathering Station). Oh ya, Balam itu letaknya kurang lebih 14 Km ke arah timur dari Bangko. Dalam perjalanan itu saya ditemani oleh rekan sekantor, Refli. Kami berangkat mengambil rute dalam, yakni melalui ladang minyak Duri. Berangkat jam 10:30-an, nyampe Bangko Camp jam 12.20.

Di salah satu ruas jalan Duri Field, tepatnya jalan ke arah Kulin, saya menghentikan kendaraan sejenak. Knapa berhenti mas? Refli bertanya. Kita foto-foto dulu bersama bunga-bunga itu Ref, saya menimpali. Menurut saya ini hebat, ditengah Duri Field yang panas, kanan kiri cuman ada pipa, tiang listrik dan pompa angguk, ternyata masih ada juga keindahan yang bisa dinikmati. Adem rasanya melihat bunga-bunga itu. Ini salah satu fotonya.

Bunga

Setelah ambil beberapa foto kami kembali berkendara menuju Bangko. Jarak dari ladang bunga , tempat kami foto di atas, ke Bangko Camp kira-kira 70 Km. Ditambah ke Balam, total MDWA saya saat ini 85 Km. Mudah2an akan dapat terus bertambah dan tidak kembali ke NOL. Amien. Oh ya, bagaimana cerita selanjutnya? Nantikan di tulisan selanjutnya. Salam.

Read Full Post »

Older Posts »