Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Ngelantur’ Category

Bahagia

Apakah Anda bahagia? Atau pertanyaan lebih jauh, Apakah Anda mengerti apa itu bahagia dan Apa yang membuat Anda bahagia…

Tadi di kantor sempat ngobrol mengenai bahagia ini. Yang teringat dan bisa saya kutip dari pembicaraan santai sebelum pulang tadi antara lain adalah: Apakah prestasi nomor satu kita selama ini membuat kita bahagia? Apakah materi  atau keinginan yang didapat membuat kita bahagia? mungkin iya.. mungkin juga tidak. Karena penasaran, saya coba merenung sejenak di perjalanan dari kantor ke rumah mengenai apa arti bahagia, dan kapan kita mendapatkannya.

Dan… dari hasil perenungan sebentar itu saya menyimpulkan bahwa bahagia adalah mensyukuri apa yang kita miliki dan sedikit memiliki cita-cita yang perlu diwujudkan. Bagamana menurut Anda?

Read Full Post »

Di bulan ini lah Nadine bisa memakai sepatu dan celananya sendirian, tanpa dibantuin. Foto dan selanjutnya akan menyusul. Ini mau berangkat ke Pekanbaru dulu. Si Putri dan Teh Mala mau balik ke Bandung.

Read Full Post »

Bosan..

Bosan

Mungkin itu sifat ku..

Untuk menghilangkan sifat yang satu iku, kita harus proaktif dan kreatif.  Ada yang punya saran atau ide lain?

Read Full Post »

Sore Pak.. sapa si driver yg duduk di sebelah saya. Sore Mas, jawab saya singkat sambil menatap driver yg sedang asyik memainkan stir-nya. Dia pun tersenyum ramah. Baru pulang Pak? kembali dia meluncurkan pertanyaannya. Iya.. td nungguin anak KP dulu. Jadi rada telat pulangnya. Sejenak pembicaraan kami terhenti karena akan melewati perempatan. Si driver pun sibuk mengamati kanan kiri jalan.

Sepintas saya melihat ada buku atau lebih tepatnya kitab di sebelah kursi driver. Kumal dan ada beberapa tulisan arab di dalamnya. Rajin baca jg rupanya si driver neh, pikir saya.

Libur panjang jalan-jalan ke mana Pak? Wah, belum ada rencana neh Mas. Paling-paling ke Pekanbaru atau ke Dumai kalau tidak malas, jawab saya. Mas sendiri mau kemana neh libur tiga hari ini? Saya coba menghidupkan pembicaraan.

Saya mau mengisi liburan dengan yang positif-positif saja Pak.

Wuih berat bo.. Memang, mas driver yg satu ini kelihatan bersahaja dan tidak neko-neko. Beda dengan driver IOT (inter-office taxi) yg lainnya.

Positif seperti apa Mas? tanya saya penasaran.

Biasanya kalau lg off, saya jualan jengkol Pak. Lumayan nambah penghasilan. Saya kulakan jengkol dari yg punya kebun, dikupas terus dijual ke pasar. Lumayan lho Pak prospek jengkol ini. Satu karung ukuran 50 Kg saya beli 30 ribu, bisa dijual seharga 85 ribu. Kalau mau ngirim ke Padang bisa laku 130 ribuan. Si driver menjelaskan dengan semangat.

Selain itu saya jg jualan pinang (buah pinang) lho Pak. Cuman lebih capek kalau pinang ini. Ngupas, atau belahnya susah.

Oh... saya menimpali, pertanda menyimak cerita dia.

Kalau pas kerja gini ndak bisa cari jengkol dong?

Kalau ndak libur saya usaha yg lainnya Pak. Apaan tuh? tanya saya singkat. Ya apa aja asalkan halal. Contohnya, kemarin saya minta istri saya bikin gorengan untuk dibawa ke kantor, untuk coba-coba saja seh. Eh, ndak taunya teman-temanku pada suka. Gorengan istri saya abis smua. Laris.

Saya tertarik dengan pribadi si driver ini [bukan karena saya penggemar semur jengkol lho]. Jadi teringat masa-masa dulu. Masa-masa jualan kaos, masa-masa julan kue dll. Saya yakin kalau dia terus mau berusaha, pasti dia mendapatkan apa yg dia inginkan. Saya pun memperkenalkan diri.

Si driver yg hebat ini namanya Doni. Saya jg memberikan peluang usaha jualan pulsa ke dia. Kalau dia tertarik, nanti akan nge-sms saya.

Ada beberapa intisari dan hikmah yg bisa saya petik dari perbincangan singkat [dari kantor menuju rumah] dengan sopir taxi di atas. Apakah pembaca jg menangkap hal yg sama dengan saya? Monggo direnungkan sendiri. Ini ada foto Mas Doni yg saya ambil dengan seijin dia tentunya.

Doni Penjual Jengkol

Doni Penjual Jengkol

Read Full Post »

Persahabatan mirip kepompong…

Na na na na na.. menjadi kupu-kupu

Lupa, apa ya isinya “Na na na na na”. Saya sih tau karena istri saya sering menyanyikan lagu itu.

Seminggu yll kami sekeluarga pergi ke Pekanbaru untuk suatu keperluan dan rencananya nginap di Rumbai. Saya memang sengaja tidak reserve jauh hari, karena biasanya suka dapet kalau cuman nginap satu malam saja. Eh, ternyata hari itu lain. Karena ada tamu Bapak Menteri ESDM dan rombongan, penginapan di Rumbai jadi full booked semua.

Kebetulan, Mbak Monica menawarkan untuk menginap di rumahnya. Yo wis lah, akhirnya kami menginap di Komplek Sawit.

Tadinya kami sungkan nginep di rumah Mbak Monica, tp ternyata di welcome banget. Doi [istilah ini suka dipake di majalah remaja] orangnya asyik diajak ngobrol. “Klop” lah kata orang. Padahal saya baru bertemu dengannya  3 atau 4 kali. Saya seneng kalau ngobrol sama dia. Cerdas, tegas dan lugas, itulah hal yg terpancar pada saat ngobrol sama dia.

Eh, ternyata Dewi Monica ini orang tuanya dari Bondowoso, Jawa Timur, yg terkenal dengan sebutan Kota Tape. [Tapi saya lebih seneng menyebutnya Kota Mercon atau Petasan, karena setiap Bulan Puasa datang, maka petasan ada di mana-mana]. Cuman doi sempet lahir dan besar di New york.

Saya, istri, Nadine dan Mbak Monica

Saya, istri, Nadine dan Mbak Monica

…bersambung (udah malem euy).

Read Full Post »

Jenuh

Bingung mau ngapain,,,

Malas mau ngapa-ngapain…

Itulah yg terjadi Sabtu kemarin. Nadine abis mandi tidur lg. Ya udah, saya jg ikutan tidur. Cukup lama jg, dari jam 10 pagi sampe jam 1 siang. Sholat, nonton tv bentar, terus baca-baca… Rasa jenuh ndak bisa hilang (bahkan nafsu untuk browsing internet jg ndak ada). Gawat neh, pikir saya.

Akhirnya Nadine bangun jam 3 sore. Saya berhenti baca dan maen sebentar dengan Nadine. Saya bilang ke Nadine, kita maen odong-odong di Ramayana yuk Nak? Eh bukan Nadine yg jawab, malah mamanya yg mengiyakan.. Tapi saya jd ngantuk karena abis baca-baca td. Ya udah, saya tidur dl selama satu jam. Abis itu kami mandi dan maen ke Ramayana.

Kejenuhan sudah sedikit berkurang. Malam harinya kami dan Agus sekeluarga maen ke rumah Endang. Kami berkelakar, tertawa dan cerita ngalor-ngidul sampe jam setengah dua belas malam. Hehehehe… Akhirnya rasa jenuh benar-benar hilang. Semangat kembali menang.

[Foto apa yg cocok ya? Ini aja dech, Nadine dan mama. Merekalah yg selalu memberikan api semangat kepada saya. ]

Nadine & Mama di Bukittinggi

Nadine & Mama di Bukittinggi

Read Full Post »

Bulan January adalah bulan yg cukup istimewa buat saya. Di bulan inilah saya mendapatkan tambahan amanah dan bertambah pula daftar wanita yg saya cintai. Di bulan ini, dua tahun yll, saya memulai nuansa baru dalam hidup saya dengan menikahi seorang gadis dari Bandung. Nursamsi Laela (Lela) namanya.

Tempoe Doeloe

Tempoe Doeloe

Orangnya memang seindah namanya. Nursamsi yg berarti Cahaya Matahari, Laela yg berarti Malam Hari. Lho, kalau digabung Nursamsi Laela artinya Cahaya Matahari di Malam Hari dong? Maksudnya apaan seh? Kalau sepintas mengartikan memang rada aneh. Tetapi coba sedikit telaah, cahaya matahari apa yg ada di malam hari? Ya.. tepat sekali, Cahaya Rembulan.

Hadiah perkawinan pertama kami tidak lain adalah Nadine, putri pertama kami. Sungguh hadiah yg sangat besar dan berarti bagi kami. Hadiah, sekaligus amanah. Coba tebak, apa hadiah ulang tahun kedua perkawinan kami… Hehehehe. Hadiahnya adalah buku. Dari dulu, saya biasa ngasih buku di setiap ulang tahun istri saya (waktu itu masih calon istri ya…)

Sudah dua tahun kami membina keluarga. Melalui suka dan senang bersama-sama. Mudah-mudahan hal ini bisa utuh sampai kakek nenek nanti. Amien..

Andhis Family

Andhi's Family

Read Full Post »

Older Posts »