Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Kuliner’ Category

Tahu Tek

Tidak seperti rujak yg banyak macam isinya, kalau Tahu Tek isinya cuman tahu, lontong dan kerupuk. Salah satu yg khas dari Tahu Tek ini adalah penyajian tahunya yg masih panas alias baru selesai digoreng [waduuhhhhh, jadi mengalir kelenjar ludah saya].

Karena dihidangkan masih panas, pemotongan tahu biasanya menggunakan gunting bukan pisau. Bunyi yg keluar pada saat menggunting tahu ini sangan khas. Crek… crek… crek.. (dari jauh bunyinya terdengar Tek.. tek.. tek..). Itulah kenapa makanan ini disebut Tahu Tek.

Tahu Sedang Digunting

Tahu Sedang Digunting

Kalau Rujak Cingur, Lontong Kupang atau Lontong Kikil, untuk mendapatkannya  saya harus dateng ke yg jualan. Lain dengan Tahu Tek, biasanya tiap malam, kira2 jam 9,  si mas penjual Tahu Tek keliling ini selalu melewati rumah orang tua saya. Saya tinggal teriak, Tahu Tek langsung dibikinin ama si masnya. Rasanya maknyus lho.. harganya murah, 4 ribu sepiringnya.

Tukang Tahu Tek Keliling

Tukang Tahu Tek Keliling

Nah, kemarin istri saya coba buatin Tahu Tek untuk saya. Tadinya saya meragukan kebisaannya. Wong istri baru beberapa kali mencicipin Tahu Tek masak bisa bikin sendiri. pikir saya. Eh, ternyata istri saya bisa lho… dan rasanya juga maknyuuuuuussss banget. Terobati dech rasa kangen ama masakan Jawa Timur ini. Oh ya, resep dan bahannya mudah lho. Anda pengen tau ndak?

Advertisements

Read Full Post »

Setelah menulis ttg Lontong Kupang dan Rujak Cingur, pada kesempatan ini saya ingin menulis ttg Lontong Kikil. Kikil ini adalah daging yg kaki sapi. Hiiiii.. ngeri dan gueleh memang kalu cuman mendengarnya. Tapii kalau sudah mencoba yg namanya Lontong Kikil Surabaya, saya yakin Anda pasti ketagihan. Lontong Kikil Surabaya disajikan seperti gulai, namun berbeda, bumbunya dikasih petis.

Lontong Kikil Surabaya

Lontong Kikil Surabaya

Saya biasa beli Lontong Kikil di pertigaan Sepanjang – Sidoarjo. Tepatnya di jembatan lama yg menghubungkan Sepanjang (Sidoarjo) dengan Karangpilang (Surabaya). Rasanya weeeeeeenak tenan. Sayang tidak ada tempat makan yg nyaman, karena memang jualan kaki lima. Meskipun kaki lima, tapi pembelinya tidak pernah sepi. Dijamin ngantri kalu beli di situ. Saya biasanya bungkus kalau beli.

Read Full Post »

Menyambung tulisan sebelumnya dan membaca milis Ika-Samanisda, saya jd pengen jg nulis tentang Rujak Cingur. Sebenarnya sudah lama saya pengen nulis ini, foto yg saya pajang di bawah sudah diambil sejak akhir Agustus yang lalu.

Rujak Cingur adalah makan khas Surabaya. Beda dengan rujak manis yang bahan bumbunya menggunakan gula merah, Rujak Cingur menggunakan petis. Trus… apa bedanya Rujak Cingur dengan rujak petis lainnya?¬† Ya… tepat sekali, rujak yang satu ini memakai bibir sapi yang direbus sebagai salah satu irisannya. Itulah sebabnya dinamakan cingur. Cingur atau Congor adalah Bahasa Jawa Timuran yang berarti bibir.

Kalau pulang kampuang (ini Bahasa Minang), makan Rujak Cingur merupakan hal yg tidak boleh dilewatkan. Langganan saya adalah warung Rujak Cingur Bu Simpen atau lebih dikenal Rujak Dungus. Letaknya di Desa Dungus, Kec Sukodono, Sidoarjo. Kalau hari libur, Anda harus ambil nomor tiket antre (kayak di dokter) untuk mendapatkan Rujak Cingur Bu Simpen ini karna saking ramenya. Mengenai rasa… Weeeenakkkk tenaaannn.. Seporsi 5 ribu rupiah, tapi biasanya saya minta banyakin cingurnya, harganya jd 7 ribu.

Rujak Cingur

Rujak Cingur

Bu Simpen bikin Rujak Cingur

Bu Simpen bikin Rujak Cingur

Read Full Post »

Kalau saya ditanya, masakan tradisional/daerah apa yang paling enak? Yang paling enak adalah makanan Jawa Timur-an, kemudian Makasar, Palembang, dll. Masakan Jawa Timur apa seh yang enak? Semuanya enak. Hehehehe. Rujak Cingur, Lontong Balap, Tahu Tek, Nasi Rawon, kupang lontong, Bandeng Asap, dll. [Aduh, air liur saya kok jadi keluar banyak neh].

Lontong Kupang adalah makanan favotit saya. Kupang adalah sejenis kerang tapi lebih kecil dan hidup di muara sungai. Oleh karenanya makanan ini hanya ditemui di daerah deket pantai yang ada muara sungai tentunya. Anda bisa menjumpai makanan ini di Sidoarjo, Pasuruan dan beberapa kota di jawa Timur. Langganan saya adalah Kupang Suko (di Sidoarjo). Pak Basofi Sudirman dan beberapa artis konon suka makan di sini juga (tapi saya kok ndak pernah ketemu ya?).

Kupang Suko

Kupang Suko

Kupang Suko ini terletak di Kecamanan Suko, tempatnya di kawasan Pasar Suko. Tempatnya Tidak begitu mewah tapi nyantai. Oh ya, kalau makan kupang, jangan lupa temennya sate kerang dan Es Kelapa Muda (Es Degan). Es degan ini dipercaya menawarkan zat racun yg terkandung di kupang dan kerang.

Kalau pulang kampung, saya selalu mencari kupang atau nitip beli kupang sebaskom dan dimakan rame-rame bersama keluarga. Bisanya jg mengundang pakde dan bude makan bareng kupang di rumah. Pokoknya wenak tenan dech…

Lontong Kupang

Lontong Kupang

Sate Kerang

Sate Kerang

Read Full Post »

Nadine baru bangun tidur neh. Eh, papa malah photo Nadine. Bukannya bantuin beresin selimut Nadine neh papa.

Baru Bangun Tidur

Baru Bangun Tidur

Auuuhhh.. Papa, liat ke Nadine dong…

Air shower-nya kena muka Nadine neh.

Tuh kan, Nadine jg minum air shower

Nanti mama marah lho kalo Nadine pilek.

Dimandiin Papa

Dimandiin Papa

Nadine paling seneng dech kalo papa libur, karna nadine bisa mandi, ganti baju dan jalan-jalan ama papa. Abis mandi dan ganti baju, Nadine, mama dan papa pergi sarapan. Papa dan mama makan Mie Sahlan di Jalan Sudirman [tapi orang Duri nyebutnya Pokok Jengkol]. Nadine makan bubur aja, blum boleh papa makan mie. Menurut papa, rasa mie di sini dapet poin 5.5 [sedangkan yg lain < 5], yah lumayan lah.

Mie Sahlan

Pokok Jengkol

Abis itu, Nadine diajak ke Art Show ama papa. Nadine seneng banget. Kan Nadine suka nyanyi dan dengerin musik. Di situ, band-band pada menunjukkan hasil karya dan seninya. Rame dech pokoknya. Oh ya, Nadine jg ketemu ama Om Gordan. Dia dari Croatia lho, orangnya jg ramah dan baek. Nadine pernah jg digendongnya.

Abis itu Nadine pulang dan bobo, cape abis jalan-jalan ama papa. Pokoknya asyik deh kalau papa libur kerja. Nadine seneng kalau papa libur kerja.

Read Full Post »

Semakin hari saya semaikn gemes ama Nadine ini. Banyak sekali prestasi kecil yg diraihnya setiap waktu. Memang, di bulan ke enam usianya, banyak pengalaman baru yg dilakoninya. Ini salah satu contohnya. Nadine ternyata mirip saya, doyan ama Jeruk Sunkist.

Makan Jeruk Sunkist

Makan Jeruk Sunkist

Saya sendiri heran, tau sendirikan kalau jeruk ini terkenal sangat kecut/asem, knapa kok dia doyan. Kalau ngeliat dia makan Sunkist lucu deh. Matanya mengiyer-ngiyer [ini basa jawa yg di-Indonesia-kan]. Nadine maunya makan sendiri Sukistnya, ndak mau diperas dan ndak mau disuapin. Sekali makan, satu buah Jeruk Sunkist abis disikat ama Nadine.

Read Full Post »

Siang td, pas jam makan siang, seperti biasa saya pulang ke rumah. Tidak seperti biasa, kali ini Nadine tidak ikut bukain pintu. Dia lg pules tidur. Saya rada kecewa, karna biasanya kami biasa maen setelah atau sebelum makan siang. Tapi gpp, saya seneng liat dia tertidur pules.

Mas, tadi Nadine sudah mau makan biskuitnya

Dia makan sendiri. Tadinya gak mau, cuman dijilatin dikit

Eh, lama-lama digigitin juga, sampe hampir habis lho biskuitnya.

Seperti biasa, istri saya bercerita aktivitas Nadine. Memang, Nadine biasanya ndak mau makan makanan instan yang dijual dipasaran. Agak khawatir mulanya. Dia maunya makan apa yg kita (ortunya) makan. Saya makan Sup Ayam Jagung, dia pengen. Mamanya makan melon, dia pengen jg. Ya udah, kami kasih aja. Selama makanan tsb tidak yg ekstrim dan membahayakan buat dia.

Saya memang agak bingung dengan makanan bayi. Secara jauh dari orang tua, info ttg seputar bayi (sebagian besar) kami dapat dari internet. Mungkin ada yg punya pengalaman dengan makanan bayi (6 – 12 bulan) monggo di-share. Oh ya, ini biskuit yg [pertama kali] dimakan Nadine.

Biskuit Nadine

Read Full Post »

Older Posts »