Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘bandwidth’

Hari Jumat kemarin saya meng-install proxy untuk Internet Camp. Sudah lama server ini saya tunggu-tungu. Bukan karena apa, tapi saya pengen tahu gimana seh ‘rupa’ proxy yang seharga hampir 500jt rupiah ini. Wow… Kalau dulu, saya suka install dan ngoprek Squid untuk proxy, aplikasinya sih gratis alias opensource cuman mesinnya ya harus beli sendiri (kalau menggunakan pc jangkrik, ya sekitar 5jt udah keren).

Ternyata tidak hanya saya saja yang penasaran, beberapa teman IT datang untuk melihat proxy itu. Karena proxy ini adalah yang pertama diimplementasikan di Chevron dan di Indonesia (gak tau karena memang kurang bagus atau karena kurang murah, hahahaha). Pas dibuka, dari segi fisik/penampakan sih kurang meyakinkan, ukuran 1U dan 19″. Eh, ingat pepatah, don’t judge the book from its cover (bener gak neh pepatahnya?).

Setelah instalasi fisik dan koneksi ke jaringan selesai, saatnya men-setup si proxy. Saya amati dengan seksama. Ternyata mudah juga ya setup-nya, dalam hati saya bergumam. Tidak berapa lama kemudian proxy sudah siap. Koneksi ke halaman web sudah ok. Setelah itu saya minta agar default password adminnya diganti. Saya juga pesan agar semua aplikasi seperti YM, Skype, Gtalk dan juga aplikasi yang umum digunakan di internet bisa dilewatkan oleh proxy (para expatriate menggunakan aplikasi tsb untuk komunikasi dengan keluarganya di negara asalnya). Saya pun kembali ke ruangan kerja, karena ada beberapa urusan.

Waktu pulang kerja pun tiba, saya segera beres-beres. Cek email yang belum dibalas, cek kerjaan tim instalasi modem ADSL, minta laporan dari helpdesk, cek teman-teman yang sedang melakukan troubleshooting saluran transmisi Duri – Dumai, dll. Pokoknya semua pekerjaan yang saya tangani harus jelas statusnya. Sehingga kita bisa membuat perencanaan untuk hari berikutnya. Eh, tiba-tiba ada telpun dari salah satu user Internet Camp yang melaporkan bahwa halaman mail yahoo dan mail google tidak bisa dibuka. Segera saya cek, dan ternyata benar. Rupanya proxy tidak bisa meneruskan certificate dari halaman HTTPS. Segera saya telpun orang yang meng-install proxy. Yah.. dia sudah pulang. Ya udah, segera saya telpun helpdesk untuk menginformasikan bahwa ada masalah tersebut, agar nanti kalau ada user yang lapor, helpdesk bisa memberi jawaban.

Setelah sampai di mess, saya tergelitik untuk ngoprek si proxy. Pikir saya, kalau nunggu orangnya datang besok pagi tentu terlalu lama. Saya juga pengen ngecek email jg neh. Akhirnya saya coba masuk ke halaman konfigurasi proxy. Sedikit klak-klik sana dan sini, baca help, terus coba lagi. Akhirnya.. setelah sekitar 1 jam ketemu juga biangnya. Terima kasih jg buat istriku yang sudah menyuapi makan malam. Hehehehe. Ternyata asyik jg proxy ini. Selain fleksibilitas, kemudahan konfigurasi juga menjadi hal yang penting. Saya coba lebih dalam lagi, karena penasaran. Platform-nya apa sih? Jangan-jangan Linux + Squid? Ternyata bukan Linux, FreeBSD atau Windows. Proxy ini menggunakan OS tersendiri, mirip OS di Cisco (kalau dilihat dari syntax Command Line Interface-nya). Weh, malam itu saya mendapat ilmu baru. Dan yang paling penting, dengan adanya caching feature di proxy ini, trafic langsung ke Internet lumanan teredam. Utilisasi bandwidth yang tadinya hampir saturasi di 16 Mbps, menjadi agak turun menjadi 12 Mbps. Yah, mudah-mudahan sebanding dengan harganya. Saya belum bisa menceritakan detail semua kelebihan proxy ini. Istri sudah ngajak tidur siang neh. Bobo dl ah…

Advertisements

Read Full Post »