Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Bukittinggi’

Pernahkah mendengar istilah, Isi lebih penting dari pada kulit? Menurut saya tidak selamanya benar. Kadang justru kulit yang menjadikan isi jadi penting atau bernilai. Orang bijak bilang, You are what you wear,  yg terjemahan bebasnya adalah pakailah baju yg bersih dan sopan.

Ceritanya saya diajak teman, Agus,  membuat frame atau bingkai untuk lukisan yg dibeli di Bukittinggi. Kalau Anda pernah maen ke Bukittinggi, salah satu souvenir yg dijual di Pasar Atas dan beberapa objek wisata adalah lukisan kanvas. Harganya sekitar 50 – 90 ribu. Yang melukis mungkin ya seniman lokal di situ (atau mungkin penjualnya sendiri yg melukis, hehehe).

Setelah muter2 nyari toko yg bisa membuat frame, ternyata yg paling bagus dan murah adalah di Jalan HOS Cokroaminoto (belakang Pasar Ramayana Pekanbaru). Coba tebak berapa harga framenya? Untuk frame ukuran kurang lebih 110  x  80 cm teman saya harus membayar 150 ribu.

Memang, setelah diberi frame, lukisan yg  murah bisa disulap dan nampak menjadi lukisan mahal. Apalagi dipajang di ruang tamu dengan penataan ruangan dan cahaya yg bagus dan indah. Ada pelajaran penting yg saya petik dari peristiwa ini.

Keterangan Foto:

Bintang (putra Agus) bersama istri saya berpose di depan toko frame. Saat itu istri saya masih mengandung Nadine (8 bulanan); bulan Desember 2007.

Bintang (Aguss son) & My Wife

Bintang & My Wife

Advertisements

Read Full Post »

Seperti yg saya janjikan sebelumnya, saya ingin menulis ttg adek saya sendiri. Bukan punya maksud lain, hanya karena merasa apa yg ada di adek saya saat ini hampir sama dengan saya kira2 10 tahun yll.

Saya menghabiskan banyak waktu bersama, saya, Dek Ugrah, Nadine dan istri. Mulai dari maen Counter Strike, maen ding-dong, jalan ke mall, maen ke Dumai, sampe maen ke Bukittinggi [saya memang sengaja mengambil cuti 2 minggu khusus untuk maen dengan Dek Ugrah dan keluarga). Dari situ saya banyak mengamati adek saya. Mulanya hanya karena rasa kangen saja. Tapi lama-kelamaan keliatan sifat dan nilai yg menonjol di Dek Ugrah ini.

Anugrah & Andhi

Anugrah & Andhi

Berikut ini beberapa nilai dan sifat yg ditunjukkan Dek Ugrah yg membuat saya semakin bangga kepada dia. Mudah2an nilai2 yg baik ini selalu ada padanya.

1. Kritis

Nilai pertama yg saya tangkap dari Dek Ugrah adalah kritis. Pada saat saya jemput dia dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju Rumbai dia banyak bertanya ttg Pekanbaru. Kotanya kok kayak gini ya Mas? Padahal tanah Riau ini kaya… Kok cuman gini ya? Saya menjawab, Kotanya memang biasa aja Dek.. Tapi, mobil pejabat dan orang Pemda-nya mantabs punya.

2. Disiplin

Satu yg saya suka dari Dek Ugrah adalah sholatnya lebih tepat waktu dari saya (akhir2 ini saya rada kurang memegang waktu sholat). Meskipun dia bangunnya siang mulu waktu di rumah, tapi Dek Ugrah sudah Sholat Subuh dan kemudian tidur lg.

Lunch di Rice Bowl - SKA Mall, Pekanbaru

Lunch di Rice Bowl - SKA Mall, Pekanbaru

3. Sederhana

Hal lain yg membuat saya kagum adalah kesederhanaannya dan tidak berlebihan. Suatu hari dia saya ajak ke sebuah supermarket untuk beli buah dan Milo. Dek, ambil buah yg kamu suka, kata saya. Eh, dia hanya ngambil Sunkist 3 biji, dan anggur merah satu bungkus kecil. Saya bilang lg ke dia, ambil lg, nanti kurang lho… Engga ah Mas, di kulkas masih ada makanan. Sayang nanti kebuang, Jawab Dek Ugrah.

Dek Ugrah jg menolak saya beliin celana baru dan lebih memilih celana saya yg sudah ndak muat lg perutnya di saya (tp pas di Dek Ugrah). Memang celana tsb boleh dibilang masih bagus dan baru. Oh ya, satu lg. Kalau sholat di rumah, Dek Ugrah selalu pake sarung. Celananya dicopot semua (termasuk yg dalem lho, heheheh). Yg terakhir ini persis saya jaman dulu.

Bersambung…

Dek Ugrah & My fam @ Mak Uneh, Pekanbaru

Dek Ugrah & My fam @ Mak Uneh, Pekanbaru

Read Full Post »

Selain ke Jogja, tahun ini Nadine liburan ke Bukittinggi jg. Nanti ya ulasan lengkapnya… Ini mau berangkat ke Rumbai..

Berpose di Danau Maninjau

Berpose di Danau Maninjau

Read Full Post »