Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Rumbai’

Persahabatan mirip kepompong…

Na na na na na.. menjadi kupu-kupu

Lupa, apa ya isinya “Na na na na na”. Saya sih tau karena istri saya sering menyanyikan lagu itu.

Seminggu yll kami sekeluarga pergi ke Pekanbaru untuk suatu keperluan dan rencananya nginap di Rumbai. Saya memang sengaja tidak reserve jauh hari, karena biasanya suka dapet kalau cuman nginap satu malam saja. Eh, ternyata hari itu lain. Karena ada tamu Bapak Menteri ESDM dan rombongan, penginapan di Rumbai jadi full booked semua.

Kebetulan, Mbak Monica menawarkan untuk menginap di rumahnya. Yo wis lah, akhirnya kami menginap di Komplek Sawit.

Tadinya kami sungkan nginep di rumah Mbak Monica, tp ternyata di welcome banget. Doi [istilah ini suka dipake di majalah remaja] orangnya asyik diajak ngobrol. “Klop” lah kata orang. Padahal saya baru bertemu dengannya¬† 3 atau 4 kali. Saya seneng kalau ngobrol sama dia. Cerdas, tegas dan lugas, itulah hal yg terpancar pada saat ngobrol sama dia.

Eh, ternyata Dewi Monica ini orang tuanya dari Bondowoso, Jawa Timur, yg terkenal dengan sebutan Kota Tape. [Tapi saya lebih seneng menyebutnya Kota Mercon atau Petasan, karena setiap Bulan Puasa datang, maka petasan ada di mana-mana]. Cuman doi sempet lahir dan besar di New york.

Saya, istri, Nadine dan Mbak Monica

Saya, istri, Nadine dan Mbak Monica

…bersambung (udah malem euy).

Advertisements

Read Full Post »

Seperti yg saya janjikan sebelumnya, saya ingin menulis ttg adek saya sendiri. Bukan punya maksud lain, hanya karena merasa apa yg ada di adek saya saat ini hampir sama dengan saya kira2 10 tahun yll.

Saya menghabiskan banyak waktu bersama, saya, Dek Ugrah, Nadine dan istri. Mulai dari maen Counter Strike, maen ding-dong, jalan ke mall, maen ke Dumai, sampe maen ke Bukittinggi [saya memang sengaja mengambil cuti 2 minggu khusus untuk maen dengan Dek Ugrah dan keluarga). Dari situ saya banyak mengamati adek saya. Mulanya hanya karena rasa kangen saja. Tapi lama-kelamaan keliatan sifat dan nilai yg menonjol di Dek Ugrah ini.

Anugrah & Andhi

Anugrah & Andhi

Berikut ini beberapa nilai dan sifat yg ditunjukkan Dek Ugrah yg membuat saya semakin bangga kepada dia. Mudah2an nilai2 yg baik ini selalu ada padanya.

1. Kritis

Nilai pertama yg saya tangkap dari Dek Ugrah adalah kritis. Pada saat saya jemput dia dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju Rumbai dia banyak bertanya ttg Pekanbaru. Kotanya kok kayak gini ya Mas? Padahal tanah Riau ini kaya… Kok cuman gini ya? Saya menjawab, Kotanya memang biasa aja Dek.. Tapi, mobil pejabat dan orang Pemda-nya mantabs punya.

2. Disiplin

Satu yg saya suka dari Dek Ugrah adalah sholatnya lebih tepat waktu dari saya (akhir2 ini saya rada kurang memegang waktu sholat). Meskipun dia bangunnya siang mulu waktu di rumah, tapi Dek Ugrah sudah Sholat Subuh dan kemudian tidur lg.

Lunch di Rice Bowl - SKA Mall, Pekanbaru

Lunch di Rice Bowl - SKA Mall, Pekanbaru

3. Sederhana

Hal lain yg membuat saya kagum adalah kesederhanaannya dan tidak berlebihan. Suatu hari dia saya ajak ke sebuah supermarket untuk beli buah dan Milo. Dek, ambil buah yg kamu suka, kata saya. Eh, dia hanya ngambil Sunkist 3 biji, dan anggur merah satu bungkus kecil. Saya bilang lg ke dia, ambil lg, nanti kurang lho… Engga ah Mas, di kulkas masih ada makanan. Sayang nanti kebuang, Jawab Dek Ugrah.

Dek Ugrah jg menolak saya beliin celana baru dan lebih memilih celana saya yg sudah ndak muat lg perutnya di saya (tp pas di Dek Ugrah). Memang celana tsb boleh dibilang masih bagus dan baru. Oh ya, satu lg. Kalau sholat di rumah, Dek Ugrah selalu pake sarung. Celananya dicopot semua (termasuk yg dalem lho, heheheh). Yg terakhir ini persis saya jaman dulu.

Bersambung…

Dek Ugrah & My fam @ Mak Uneh, Pekanbaru

Dek Ugrah & My fam @ Mak Uneh, Pekanbaru

Read Full Post »

Pagi td kami keluarga besar Planning Reserve Technology & Operation Support menyelenggarakan Get Together. Setelah sebelumnya diawali dengan pre-games, maka hari ini adalah acara puncak dari kegiatan Get Together. Di Rumbai, acara ini diselenggarakan di Lapangan SMA Cendana. Sedangkan di Duri acara diselenggarakan di Lapangan INKAI.

Acara dimulai pukul 7:30 dengan senam erobik bersama sampai dengan pukul 13:00. Ramai dan penuh semangat. Semua keluarga berkumpul dengan ceria. Di acara puncak ini jg banyak kegiatan dan lomba yg diselenggarakan oleh panitia. Mulai dari lomba menyusun puzzle, lomba estafet celana bermuda, flying fox, dll. Pokoknya rame dech. Ini ada sedikit jeprat-jepretnya. Foto lengkap silahkan ditengok di sini.

Erobik - Get Together

Erobik - Get Together

Yang paling saya suka adalah rasa kebersamaan dan senyum dari keluarga-keluarga kita. Semoga rasa kebersamaan dan kebahagiaan ini bisa terus menghiasi keluarga kita semua.

Lomba Estafet sarung

Lomba Estafet sarung

Keterangan Gambar:
1. Senam erobik bersama
2. Mbak Devi (istri Agus) – Istri Expat – Mama Nadine (istri saya) sedang asyik bermain estafet sarung

Read Full Post »

Setiap taun (biasanya menjelang akhir taun) di tempat kerja saya diselenggarakan Get Together. Seperti namanya, acara ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban pegawai dan keluarganya. Acaranya bisa bermacam, mulai dari permainan, lomba atau pentas. Sebagai penutup di hari H-nya, kita kumpul bersama keluarga sekalian penyerahan hadiah. Management biasanya jg diundang di hari ini.

Untuk taun ini acaranya adalah Futsal, Volly, Bowling dan Karaoke. Futsal dan Volly sudah selesai. Saya jg ikut maen lho. Sebenernya saya paling ndak bisa maennya, cuman ya¬† buat having fun… biar bisa ketawa-ketiwi sembari melepaskan keringat dan adrenalin.

Taun kemarin saya masih ikut acara di Rumbai, tapi taun ini saya ikutan di Duri. Yah, voucher/hadiahnya seh sama saja nominalnya… cuman rasanya beda. Di Duri rasa kebersamaannya lebih OK [ini kata orang-orang seh]. Oh ya, gambar-gambar belum ada, td lupa ndak dibawa dari kantor.

Read Full Post »

Hari pertama di tahun baru ini terasa sepi. Barusan ke barbershop mau potong rambut, eh, satpam di situ bilang bahwa kolam renang, barbershop, dan snackbar baru buka jam 2 siang. “Mungkin habis tahun baruan semalam Pak”, satpam memberi penjelasan. Yaahhh… kesel saya jadinya. Sudah dua hari ini tertunda potong rambut.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak terlalu mengistimewakan malam tahun baru. Paling malas kalau diajakin acara tahun baruan, kecuali kepepet, hehehehe. Semalam sebenarnya ada acara tahun baruan yang diadakan di dalam camp. Kalau tahun kemarin acaranya diisi band lokal Pekanbaru dan artis dari Jakarta (saya lupa siapa artisnya, kalau ngga salah Padhyangan). Selain itu ada acara dansa-dansi, maklum orang-orang tua semua yang dateng. Nah, tahun ini saya absen, pertama karena udah kecapean, kedua karena istri sedang hamil tua. Artis dari Jakarta yang mengisi acara tahun baruan di Camp Rumbai semalam adalah Wong Pitoe. Itu menurut spanduk yang terpasang.

Selamat Tahun Baru 2008 buat semua. Semoga di tahun 2008 ini, kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Barusan orang Alcatel nelpun, mau ngajak ke Minas… Hiks, ngga jadi deh bermalas-malasan di kasur. Padahal mata sudah 5 watt. Tidur dulu bentar ah, lumayan lah 20 menit jg.

Gambar dr: http://agrowknowledge.org/about/news/ArchivedNews.asp

Read Full Post »

Pembangunan

Seringkali saya melihat jalan rusak di Pekanbaru – Rumbai – Duri sampai ke Dumai. Bahkan, teman saya pernah nyeletuk, “Sumur minyak juga ada yang di tengah jalan lho..”, saya tadinya tidak mengerti apa maksudnya. Setelah jalan di seputaran Kecamatan Duri, baru saya ngeh yang dimaksud teman tadi. Aneh pikir saya, Bumi Lancang Kuning ini [ini sebutan untuk Riau] begitu kaya raya. Di bawah ada minyak bumi, di atas ada minyak sawit dan jangan lupa Anda akan sering menemui truk tronton yang membawa 40 ton kayu gelondongan, hasil pembalakan hutan Riau. Rupanya Pemda di sini lebih banyak ngeruk dari pada membangun.

Bukannya jadi pengamat atau kritikus pembangunan, tapi ini sekedar Ngelantur saja. Saya hanya melihat keanehan di sini. Kalau di Jawa [saya memberikan contoh Jawa karena sebelum di Riau ini saya hidup di Jawa], fasilitas umum serba ada. Mulai dari taman kota, perpustakaan umum, tempat rekreasi (kolam renang, mall, dll). Tapi tidak demikian halnya di Riau, khususnya Pekanbaru, dan sekitarnya. Kemana saja hasil bumi Bumi Lancang Kuning ini? Jangankan membangun hal-hal yang hebat, membangun infrastruktur (jalan) saja tidak beres.

Kemarin saya baca di koran lokal yang berjudul Kas BI Pekanbaru selalu Net Out FLow. Apa isi beritanya? Intinya adalah pengeluaran uang oleh BI Pekanbaru jauh lebih besar dari pengembalianya. Artinya apa? Banyak penarikan uang, tapi tidak dibelanjakan di daerah sendiri. Masyarakat Riau atau Pekanbaru rupanya lebih senang belanja di Jakarta, Batam, Kuala Lumpur, Singapore atau yang lainnya. Secara ekonomi tidak akan berdampak signifikan, tapi peluang pertumbuhan ekonomi yang seharusnya bisa tergenjot dengan peredaran uang di daerah Riau menjadi lebih lambat. Demikian ulasan di dalam koran mengimbuhkan.

Tapi Anda jangan heran kalau melihat kendaraan dinas pemda di Riau, yang memiliki wilayah seluas 979.55 Km persegi ini. Mulai dari Terrano, Murano dan no-no lainnya. Pokoknya mewah abis dah. Kenapa tidak pakai yang biasa saja? Kijang rasanya lebih pas untuk jadi kendaraan dinas, baik dari segi harga dan konsumsi bahan bakar. Oh ya, kalau Anda bawa mobil ke Pekanbaru, sebaiknya jangan yang berbahan bakar Pertamax. Di sini cuma ada 1 pompa bensin yang menjual Pertamax, letaknya jauh dari pusat kota lagi. Hehehehe.

Sumber: http://www.menlh.go.id; Tribun Pekanbaru

Read Full Post »

Bell 430

Kalau naik pesawat terbang mungkin Anda sudah biasa, tidak demikian halnya naik helikopter. Bell 430 adalah model helikopter penumpang dan saya pernah terbang dengan kendaraan udara berkapasitas 8 penumpang dan 2 awak ini. Waktu itu dari Rumbai ke Duri dan sebaliknya.

Sama seperti pengalaman pertama naik pesawat, deg-degan dan was-was adalah rasa yang terus melintas di kepala. Kapan nyampai.. kapan nyampai… itu saja yang terus jadi pertanyaan dalam pikiran saya. Lebih cepat nyampai, itu saja yang ditawarkan dengan kendaran udara ini. Kalau melalui perjalanan darat, Rumbai – Duri biasa saya tempuh dalam 2,5 jam. Dengan heli atau chopper ini cuman perlu waktu 0,5 jam.

Oh ya, foto di samping bukan Bell 430 yang saya naiki. Waktu itu saya sudah ambil fotonya, cuman lupa lagi disimpan di mana. Jadi sementara, saya pake gambar dari mBah Google.

Read Full Post »