Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Opini’ Category

Bahagia

Apakah Anda bahagia? Atau pertanyaan lebih jauh, Apakah Anda mengerti apa itu bahagia dan Apa yang membuat Anda bahagia…

Tadi di kantor sempat ngobrol mengenai bahagia ini. Yang teringat dan bisa saya kutip dari pembicaraan santai sebelum pulang tadi antara lain adalah: Apakah prestasi nomor satu kita selama ini membuat kita bahagia? Apakah materi  atau keinginan yang didapat membuat kita bahagia? mungkin iya.. mungkin juga tidak. Karena penasaran, saya coba merenung sejenak di perjalanan dari kantor ke rumah mengenai apa arti bahagia, dan kapan kita mendapatkannya.

Dan… dari hasil perenungan sebentar itu saya menyimpulkan bahwa bahagia adalah mensyukuri apa yang kita miliki dan sedikit memiliki cita-cita yang perlu diwujudkan. Bagamana menurut Anda?

Advertisements

Read Full Post »

Persahabatan mirip kepompong…

Na na na na na.. menjadi kupu-kupu

Lupa, apa ya isinya “Na na na na na”. Saya sih tau karena istri saya sering menyanyikan lagu itu.

Seminggu yll kami sekeluarga pergi ke Pekanbaru untuk suatu keperluan dan rencananya nginap di Rumbai. Saya memang sengaja tidak reserve jauh hari, karena biasanya suka dapet kalau cuman nginap satu malam saja. Eh, ternyata hari itu lain. Karena ada tamu Bapak Menteri ESDM dan rombongan, penginapan di Rumbai jadi full booked semua.

Kebetulan, Mbak Monica menawarkan untuk menginap di rumahnya. Yo wis lah, akhirnya kami menginap di Komplek Sawit.

Tadinya kami sungkan nginep di rumah Mbak Monica, tp ternyata di welcome banget. Doi [istilah ini suka dipake di majalah remaja] orangnya asyik diajak ngobrol. “Klop” lah kata orang. Padahal saya baru bertemu dengannya  3 atau 4 kali. Saya seneng kalau ngobrol sama dia. Cerdas, tegas dan lugas, itulah hal yg terpancar pada saat ngobrol sama dia.

Eh, ternyata Dewi Monica ini orang tuanya dari Bondowoso, Jawa Timur, yg terkenal dengan sebutan Kota Tape. [Tapi saya lebih seneng menyebutnya Kota Mercon atau Petasan, karena setiap Bulan Puasa datang, maka petasan ada di mana-mana]. Cuman doi sempet lahir dan besar di New york.

Saya, istri, Nadine dan Mbak Monica

Saya, istri, Nadine dan Mbak Monica

…bersambung (udah malem euy).

Read Full Post »

Siang tadi saya dan Mas Pambuka Vita Adi meeting dengan salah satu kontraktor [ Mas Pambuka waktu itu adalah leader sekaligus guru saya dalam hal manajemen proyek]. Katakan saja Kontraktor A. Agenda meeting tsb diantaranya adalah konfirmasi penalti dan pembayaran (invoice).

Memang, PT A ini kena penalty proyek yg mereka kerjakan. Kebetulan saya project manager-nya Saya sendiri sudah allout dalam mengerjakan proyek tsb. Mungkin saya perlu belajar lebih untuk jadi project manager yg baik. Namun di sisi lain, manajemen proyek dari PT A ini memang rada payah.

Hal lain yg menarik dari meeting td adalah mereka menanyakan ttg invoice atau pembayaran. Lho, invoice sudah kami terima . Yang artinya adalah pembayaran sudah dilakukan. Bahkan sudah termin ketiga. Dari situ saya dan Mas Pambuka mengetahui bahwa mereka ini dari PT C. Memang, mereka yg mengerjakan langsung di lapangan. Bahkan barangnya pun dari brand PT C ini. Tapi kontrak kita adalah dengan PT A.

Dan mereka juga mengungkapkan bahwa tidak hanya PT A dan C saja yg terlibat. Proyek kita dengan PT A. PT A meng-out-source-kan ke PT B dan di-out-source-kan ke PT C. Hehehehe. Cilakanya, PT C ini mengaku belum kebagian duit sama-sekali. Cilaka 15 dech.

Ini mungkin banyak kejadian jg di tempat lain.  Sekarang saya tau, knapa kok mereka jelek manajemen proyeknya. Lha wong menerapkan out sourcing level-3. Tapi alhamdulillah proyek saya berjalan lancar (dilihat dr sisi user). Meskipun secara overall,  proyek agak bermasalah.

Read Full Post »

Pernahkah mendengar istilah, Isi lebih penting dari pada kulit? Menurut saya tidak selamanya benar. Kadang justru kulit yang menjadikan isi jadi penting atau bernilai. Orang bijak bilang, You are what you wear,  yg terjemahan bebasnya adalah pakailah baju yg bersih dan sopan.

Ceritanya saya diajak teman, Agus,  membuat frame atau bingkai untuk lukisan yg dibeli di Bukittinggi. Kalau Anda pernah maen ke Bukittinggi, salah satu souvenir yg dijual di Pasar Atas dan beberapa objek wisata adalah lukisan kanvas. Harganya sekitar 50 – 90 ribu. Yang melukis mungkin ya seniman lokal di situ (atau mungkin penjualnya sendiri yg melukis, hehehe).

Setelah muter2 nyari toko yg bisa membuat frame, ternyata yg paling bagus dan murah adalah di Jalan HOS Cokroaminoto (belakang Pasar Ramayana Pekanbaru). Coba tebak berapa harga framenya? Untuk frame ukuran kurang lebih 110  x  80 cm teman saya harus membayar 150 ribu.

Memang, setelah diberi frame, lukisan yg  murah bisa disulap dan nampak menjadi lukisan mahal. Apalagi dipajang di ruang tamu dengan penataan ruangan dan cahaya yg bagus dan indah. Ada pelajaran penting yg saya petik dari peristiwa ini.

Keterangan Foto:

Bintang (putra Agus) bersama istri saya berpose di depan toko frame. Saat itu istri saya masih mengandung Nadine (8 bulanan); bulan Desember 2007.

Bintang (Aguss son) & My Wife

Bintang & My Wife

Read Full Post »

Anugrah, bagian 3

[Sambungan dari bagian 1, dan bagian 2]

Hari ini, Sabtu,  seminggu yll, saya, istri dan Nadine mengantar Dek Ugrah ke bandara Pekanbaru. Dek Ugrah mo balik ke Sidoarjo. Sedih rasanya hati ini. Hehehehe. Ndak ada temen maen game lg. Tp ndak papa, Dek Ugrah musti balik, karena bentar lg dia harus ikut diklat di Bogor. Sukses selalu buat Dek Ugrah. Amien…

Dek Ugrah, Nadine, Mama, dan saya (di Bandara Pekanbaru)

Dek Ugrah, Nadine, Mama, dan saya (di Bandara Pekanbaru)

Nadine & Om Anugrah di Bubur Ayam Ronggowarsito

Nadine & Om Anugrah di Bubur Ayam Ronggowarsito

Lanjutan dari yg kemarin… beberapa nilai dan sifat Dek Ugrah yg baik menurut saya. (nanti akan saya sambung lg, ini mau ke Dumai dulu jalan-jalan ama Agus dan keluarga)

4. Penyabar

Sabar Mas.. sabar… itu lah kata yg diucapkan Dek Ugrah ketika saya hendak menyalip mobil atau sedang di belokan. Suatu ketika pulang dari Dumai, dia saya minta untuk nyetir mobil. Dan memang, sopirannya Dek Ugrah ini sangat enak dan nyaman. Saya dan istri sampe terkantuk. Cara menyopirnya tenang, dan tidak grusah-grusuh. Saya jd pengen mencontohnya.

5. Penyayang

Sifat yg ini saya lihat ketika dia bermain dengan Nadine. Saya melihat dia benar2 penuh kasih sayang. Nadine pun jd seneng dan betah maen sama Dek Ugrah. Baba.. Baba.. Baba.. Baba.. itu pertanda Nadine ngajak maen bola ke Om Ugrah. Hehehehe.. lucu kalau liat Dek Ugrah lg maen bola ama Nadie

Masih ada beberapa nilai dan sifat baik yg ada di adek saya yg satu ini. Mudah2an nilai2 yg ada saat ini bisa bertahan dan menjadikan dia orang yg sukses di manapun dan sebagai apapun. Insya Alloh di 2009 ini kami sekeluarga akan ketemu dengan Dek Ugrah dan jg keluarga yg lain [maksudnya pulang kampung].

Nadine digendong Om Anugrah

Nadine digendong Om Anugrah

Read Full Post »

Seperti yg saya janjikan sebelumnya, saya ingin menulis ttg adek saya sendiri. Bukan punya maksud lain, hanya karena merasa apa yg ada di adek saya saat ini hampir sama dengan saya kira2 10 tahun yll.

Saya menghabiskan banyak waktu bersama, saya, Dek Ugrah, Nadine dan istri. Mulai dari maen Counter Strike, maen ding-dong, jalan ke mall, maen ke Dumai, sampe maen ke Bukittinggi [saya memang sengaja mengambil cuti 2 minggu khusus untuk maen dengan Dek Ugrah dan keluarga). Dari situ saya banyak mengamati adek saya. Mulanya hanya karena rasa kangen saja. Tapi lama-kelamaan keliatan sifat dan nilai yg menonjol di Dek Ugrah ini.

Anugrah & Andhi

Anugrah & Andhi

Berikut ini beberapa nilai dan sifat yg ditunjukkan Dek Ugrah yg membuat saya semakin bangga kepada dia. Mudah2an nilai2 yg baik ini selalu ada padanya.

1. Kritis

Nilai pertama yg saya tangkap dari Dek Ugrah adalah kritis. Pada saat saya jemput dia dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju Rumbai dia banyak bertanya ttg Pekanbaru. Kotanya kok kayak gini ya Mas? Padahal tanah Riau ini kaya… Kok cuman gini ya? Saya menjawab, Kotanya memang biasa aja Dek.. Tapi, mobil pejabat dan orang Pemda-nya mantabs punya.

2. Disiplin

Satu yg saya suka dari Dek Ugrah adalah sholatnya lebih tepat waktu dari saya (akhir2 ini saya rada kurang memegang waktu sholat). Meskipun dia bangunnya siang mulu waktu di rumah, tapi Dek Ugrah sudah Sholat Subuh dan kemudian tidur lg.

Lunch di Rice Bowl - SKA Mall, Pekanbaru

Lunch di Rice Bowl - SKA Mall, Pekanbaru

3. Sederhana

Hal lain yg membuat saya kagum adalah kesederhanaannya dan tidak berlebihan. Suatu hari dia saya ajak ke sebuah supermarket untuk beli buah dan Milo. Dek, ambil buah yg kamu suka, kata saya. Eh, dia hanya ngambil Sunkist 3 biji, dan anggur merah satu bungkus kecil. Saya bilang lg ke dia, ambil lg, nanti kurang lho… Engga ah Mas, di kulkas masih ada makanan. Sayang nanti kebuang, Jawab Dek Ugrah.

Dek Ugrah jg menolak saya beliin celana baru dan lebih memilih celana saya yg sudah ndak muat lg perutnya di saya (tp pas di Dek Ugrah). Memang celana tsb boleh dibilang masih bagus dan baru. Oh ya, satu lg. Kalau sholat di rumah, Dek Ugrah selalu pake sarung. Celananya dicopot semua (termasuk yg dalem lho, heheheh). Yg terakhir ini persis saya jaman dulu.

Bersambung…

Dek Ugrah & My fam @ Mak Uneh, Pekanbaru

Dek Ugrah & My fam @ Mak Uneh, Pekanbaru

Read Full Post »

Ide dan Waktu

Kekurangan dua hal di atas adalah alasan kenapa bulan kemarin saya ndak nge-blog. Yah, Bulan Romadhan kemarin ide dan waktu saya banyak tercurah untuk urusan ibadah. Alhamdulillah puasa komplit cuman tarawehnya ada yang bolong. Tidak banyak tapi, karena kecapean, beberapa kali saya malas untuk taraweh.

Malam ini saya coba menulis. Tujuannya adalah untuk melatih memunculkan ide (mengasah otak) dan mengisi waktu. Pikiran saya langsung tertuju pada jaman masih sering bolak-balik Bandung – Surabaya dengan kereta api (kira-kira 10 tahun yang lalu). Sering kali kalau naik KA saya tidak dapat (bangku) tempat duduk, jadi ya terpaksa duduk di gang (tengah2 gerbong). Sambil mengisi waktu sekaligus mengasah otak, saya biasanya beli TTS (Teka-Teki Silang) dan kemudian mengisinya. Kalau udah ngantuk, langsung rebahan dan tidur. Pas bangun, isi lagi TTS.

Akhir-akhir ini saya mengalami kesulitan mengelola dua hal tsb, Ide dan Waktu. Ndak tau knapa. Waktu terasa cepat dan ide jarang keluar. Udah tumpul kyknya otak ini.. Mohon Maaf Lahir dan Batin jika ada tulisan-tulisan saya yg tidakberkenan di hati.

Mancing di Alam Mayang

Mancing di Alam Mayang

Read Full Post »

Older Posts »